Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

09 November 2008

Kejamnya Koruptor

Porsi kasus korupsi yang dilakukan aparatur negara mewarnai headline koran atau suguhan televisi, nyaris setiap hari. Indonesia pun masih menduduki peringkat pertama negara terkorup di dunia!

Sekitar 70 persen kasus korupsi terjadi dalam pengadaan barang dan jasa. Menjadi rahasia umum, proses tender banyak terjadi konspirasi busuk. Baik antara penyedia jasa dan oknum aparatur.

Jika dilihat dari perspektif asas negara yang berdasar pada Ketuhanan Yang Maha Esa, sejauh manakah pemahamannya masalah agama?

Berbanding terbalik dengan negara di Eropa. Perancis, yang jelas-jelas memisahkan agama dan negara (sekuler). Artinya, agama benar-benar lepas dari konsep tentang aturan-aturan negara.

Memang konsep tersebut tidak mengenal negara mengatur agama begitu juga sebaliknya. Menjadi tanggungjawab masing-masing individu. Tetapi, ketika berhadapan dengan urusan negara, mereka melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab. Kasus korupsi pun jarang terdengar.

Berbeda dengan Indonesia. Tempat ibadah, masih disesaki jamaah. Namun, keluar dari tempat ibadah, mereka menjadi sangat kejam, lebih dari kaum satanis! Meraup uang negara, demi kepentingan individu maupun kelompok. Memperkosa hak-hak kaum miskin, dan membunuhnya secara perlahan.

Kuantitas korban akibat korupsi cenderung lebih besar dibandingkan korban teroris. Hanya berbeda dalam eksekusinya. Kekuatan teroris ada pada sejauh mana mereka merakit bom dengan membunuh sebanyak-banyaknya. Dan mereka mengakui eksistensial mereka secara terang-terangan. Entah teroris yang melakukannya demi alasan agama, politik, atau apa pun itu.

Bandingkan dengan koruptor. Mereka bersembunyi di balik pakaian yang dikenakannya. Dan mereka tidak mengakui secara terang-terangan seperti halnya teroris. Mereka tidak saja mampu membunuh banyak orang secara perlahan, tetapi mampu merobohkan suatu negara.

Merujuk pasca eksekusi hukuman mati terhadap pelaku teroris, Amrozi dan kawan-kawannya yang membunuh 202 orang di Bali. Sangat jelas, korban satu peledakan yang mereka lakukan. Bandingkan dengan koruptor, yang mencuri hak-hak ribuan rakyat. Penjahat intelektual yang menggunakan ilmunya bukan demi kebaikan kemashlatan umat, tetapi membunuh umatnya sendiri.

Koruptor, berapa pun nominal yang dijarah, harus dihukum mati!

3 komentar:

Rhein Fathia mengatakan...

hajar, bleh!

thya mengatakan...

kalo rian "si penjagal" dihukum apa..?

smangat banget nulisnya, i like it ;)

salam kenal juga..

ROe Salampessy mengatakan...

setuju bung, koruptor harus di hukum mati. analisa yang tepat dan perbandingan yang relevan