Pengguna blog di Indonesia mencapai 300 ribu orang. Artinya, jutaan karya dalam bentuk tulisan tertuang di blog. Berbagai bentuk tulisan dengan taste masing-masing. Ada opini, berita, kajian ilmiah, fiksi, maupun buku harian.
Menjadi penting ketika tulisan tidak hanya memiliki peran informatif, tetapi juga edukatif. Bahkan, mampu dijadikan sebagai referensi bagi pembaca yang memerlukannya. Tentu saja membutuhkan satu landasan pemikiran yang kuat dengan melakukan komparasi.
Dunia maya hadir untuk menjawab skeptis publik terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di sekitarnya. Bagi para intelektual, blog bukan hanya sekadar perkembangan teknologi informasi tetapi juga instrumen egaliter dalam demokrasi.
Peristiwa penangkapan pengguna blog di Malaysia terkait dengan tulisan yang di-posting, menjadi satu pelajaran penting dalam menulis. Walaupun Menkominfo menjamin tidak akan ada penangkapan di Indonesia, tetapi menjadi kesadaran masing-masing blogger pada tulisannya.
Kekuatan tulisan terkadang mempengaruhi kerangka pemikiran seseorang. Sadar atau tidak, penulis biasanya sedang melakukan distorsi terhadap publik.
Kebebasan berdemokrasi bukanlah kebebasan belaka. Namun lebih pada pemahaman kebebasan dalam melakukan konstruktif, bukan destruktif. Semoga pengguna blog bisa mempertanggungjawabkan setiap posting tulisan yang dibikin, terutama mengenai isu-isu politik dan sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar