Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

26 November 2008

Berteduh di Metropolitan

Sementara, menghentakkan kaki di Jakarta. Berteduh di satu dari ribuan korporat global. Bertemu dengan bermacam perempuan yang berbusana seksi dan menggairahkan. Berlari mengejar waktu setiap pagi. Berdesak di bus TransJak, sementara aroma wangi bercampur dengan aroma keringat.

"Masih lempar lembing, ya?" ejek seorang kawan kantor yang baru saja membeli satu unit Toyota Avanza. Lempar lembing yang dimaksud, tentu saja naik bus, kalau berdiri, tangan kita bergelantungan layaknya atlet yang hendak melempar lembing.

Fluktuasi hidup, ibarat nilai tukar rupiah terhadap dollar saat ini. Kesenangan terasa hanya sejenak, sedangkan jika kesulitan datang, waktu terasa perlahan berdetak.

Umar bin Khattab pernah berkata,"Kematian adalah nasehat yang sempurna." Menjadi satu pengingat penting, mengarungi perjuangan. Manusia, pasti mati. Anonim hidup adalah mati.

Penganut Hegelian muda bahkan tidak percaya adanya kehidupan pasca mati. Rasionalisasi tentang siklus makhluk hidup dan filsafat tentang terbentuknya reinkarnasi. Bahkan, mereka menganggap segala sesuatu di bumi ini diawali dari atom yang terus mengalami evolusi.

Sekali lagi, berteduh di sentra kosmopolitan, banyak godaan. Hiruk pikuk alur hedonisme menjadi gagah diantara kaum miskin yang mengulurkan tangan di pojok jembatan layang.

Tidak ada komentar: