Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

31 Juli 2008

jogja sekarang...

Globalisasi memiliki dampak begitu luar biasa. Dampak sosialnya seperti pergeseran paradigma gaya hidup dan proses pembentukan pola pikir. Zaman semakin modern, diikuti perkembangan life style, terutama kalangan muda dalam ruang lingkup mahasiswa. Perubahan itu secara revolusioner!
Berbagai merek mobil terbaru, milik mahasiswa/i, berjejer rapi di parkiran beberapa kampus terkenal di Jogja (kata Jogja sesuai slogan Jogja never ending Asia). Terdengar obrolan rencana tongkrongan mereka di malam hari, di kafe atau dugem. Jalan raya sekitar kampus, dijejali mahasiswi yang mengendarai sepeda motor dengan mengenakan celana pendek, memperlihatkan paha mereka yang putih mulus, merangsang lelaki. Bahkan, tidak jarang, diantara mahasiswi itu memperlihatkan, maaf, belahan kedua pantat dari celana yang mereka kenakan ketika mengendarai sepeda motor. Pakaian yang mereka kenakan sangat ketat dan bermerek.
Tiap Rabu malam (Rabu gaul), banyak mahasiswa/i keluar dari diskotek sembari sempoyongan mabuk. Setelah itu, tidak jarang diantara mereka melakukan one night stand di kos mereka masing-masing atau beramai-ramai.
Suasana diskusi membahas materi kuliah atau politik kini tidak di pojok-pojok kampus atau warung kopi lagi. Mereka lebih senang dengan berhura-hura di kafe atau diskotek. "Males diskusi, enakan kumpul bareng kawan-kawan sambil dugem, lebih seru," celetuk seorang mahasiswi.
"Tidak ada diskusi-diskusi kayak dulu lagi, kalau diundang pada lari dan tidak mau datang. Tapi, kalau acara dugem, rebutan!" jelas seorang kawan yang masih menjadi aktivis di kampus.
Yah, itulah sekilas suasana kehidupan generasi muda yang diandalkan. Dengan uang saku minimal Rp 1 juta dari orangtua, mereka bisa membeli apa saja di Jogja. Tidak jarang ada yang menyelewengkan uang sekolah untuk kesenangan mereka. Generasi muda, yang lantang menyuarakan anti korupsi..

Tidak ada komentar: