Era Perang Dunia II, merupakan satu acuan dunia melakukan rekonstruksi berbagai bidang. Terciptanya teori-teori ekonomi, politik, atau keduanya, kemajuan teknologi militer, munculnya organisasi-organisasi internasional, baik kerjasama bilateral dan multilateral.
Tidak terkecuali, istilah-istilah politik, agitasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1) hasutan kpd orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dsb), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; 2) pidato yg berapi-api untuk mempengaruhi massa.
Agitasi, disebut negatif jika bertujuan membuka konflik, tetapi, menjadi positif untuk "mempengaruhi" proses menuju perdamaian. Hitler menggunakan agitasi untuk meraih dukungan dan membentuk rasa nasionalisme dan rasis.
Agitasi, berkonotasi negatif, karena provokatif. Dia tidak digunakan pada saat kampanye politik saja, tetapi sudah dapat diaplikasikan untuk menciptakan konflik dikalangan masyarakat "biasa" dan atau bahkan sengaja diciptakan individu untuk merebut "keadilan" menurut perspektifnya sendiri.
Saat ini, agitasinya berhasil. "Keadilan" yang dituntutnya telah tercapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar