Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

17 Juli 2008

distorsi

Penyimpangan-penyimpangan yang ditemui dalam kehidupan, sepertinya sudah menjadi kemakluman. Dekadensi, dapat ditemukan di bidang apapun. Hati dan pikiran merupakan elemen penting decision making seorang individu.
Manusia sepertinya dengan sengaja mengcreate front perang dengan dalih perdamaian atau dalih apapun sebagai bentuk legitimasinya. Mereka menyebar dengan apa yang dikenal dengan distorsi. Keutuhan cerita tidak mampu dipertanggunjawabkan saat bertemu dialektika. Ia menjadi rapuh karena jauh dari fakta.
Seorang dan suatu negara defensif, tidak pernah mengumumkan perang karena yakin sudah mencapai kedamaian. Namun, jika seorang dan suatu negara ini menyatakan perang, maka akan terjadi chaos. Totalitas konflik berkepanjangan!
Mereka, tidak pernah membuka front conflict. Khalayak, menjadi pendengar setia dan siap melakukan pembelaan, sampai tumpah darah penghabisan.
Revolution has to begin, kata Adolf Hitler saat hendak merebut Berlin pada kudetanya pertama kali namun gagal itu. Persiapan matangnya selama dipenjara, menciptakan Mein Kampf yang menjadi kitab suci Nazi.
Penyebaran distorsi, menjadi perspektif negatif karakter individu. Agitasi menjadi tujuan utama, demi meraih perjuangan. Kompetensi secara intelektual mutlak dibutuhkan dalam pengembangan pencapaian tujuan yang lebih luas.
Kecerdasan individu bukan diukur dari caranya mengetahui apapun secara global dalam berargumentasi. Namun, lebih pada pemahamannya untuk mempengaruhi individu lain atas dasar fakta yang benar bukan pada penyimpangan yang berimplikasi menjadi distorsi. Ofensif menjadi penting jika anomali secara kontinu menjadi pendorong terbukanya pembusukan melalui distorsi.
Distorsi pun menjadi haram bagi perjuangan intelektual yang berdasar logika dan perasaan. Anjing-anjing pengecut itu akan binasa pada saatnya. Namun, sayang, mereka terlambat...

Tidak ada komentar: