Beberapa hari lalu, saya mendapat pesan dari seorang kawan di Jakarta. Dia adalah seorang mahasiswi di perguruan tinggi ternama. Pesan itu mengabarkan tentang tingkah laku seorang pria yang diajaknya saat pertemuan pertama kali dengan saya.
Sabtu (4/4) malam, kebetulan saya piket di kantor. Saya iseng buka google, dan mencari nama pria itu, ternyata ada beberapa blog di sana. Sembari tertawa geli, saya baca blog itu satu per satu. Memang, mereka kebanyakan perempuan.
Hebat! Pria itu mampu membuai banyak perempuan. Apalagi, sebagian diantaranya mengenakan pakaian muslim, dan terlihat memang lugu. Padahal, menurut saya, mereka lebih selektif dalam memilih pria.
Zaman sekarang, sekali lagi, performance memang sangat menentukan penilaian orang lain. Tapi, hal itu bukan yang utama tentunya.
Pada satu hari, seorang kawan di Batam juga pernah mengkritik penampilan saya yang tidak berubah sejak setahun lalu saya bertemu dengannya. Saya hanya menjawab, itulah satu bentuk prinsip, yang tidak mudah dimengerti orang lain.
Semoga, perempuan korban dari kejahatan dunia maya bisa mengambil hikmah dari masalah itu. Tidak selamanya penampilan itu menentukan karakter manusia. Parahnya, jika digunakan sebagai kamuflase. Pintar-pintarlah bergaul dan memilih kawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar