Pertambahan usia, juga merupakan berkurangnya waktu hidup. Tanpa sadar, waktu berjalan sangat cepat. Akhir pekan ini, ada dua kawan yang juga sudah seperti saudari sendiri, melangsungkan pernikahan. Sayangnya, saya tidak bisa hadir di acara yang sangat sakral itu.
Ketika menerima undangan, saya sadar bahwa masa kebersamaan dengan mereka tidak akan terulang kembali, dalam ruang dan waktu yang sama. Selain itu, dengan ketidakmampuan untuk menghadiri pernikahan mereka, menjadikan saya seperti teralienasi.
Beberapa kawan, pernah mengutarakan kebosanan rutinitas pekerjaannya. Tekanan, baik dari atasan maupun tekanan kerja, membikin mereka berpikir stagnan. Walaupun setiap hari saya menemukan berbagai karakter dan suasana, tetapi, secara tidak sadar saya justru membangun tembok terhadap kawan-kawan lama.
Saya ingin sekali datang ke acara itu, bertemu dengan kawan-kawan semasa remaja dan menanyakan kabar mereka. Tapi apa daya, pekerjaan, tetap tidak pernah akan terselesaikan dengan segala permasalahan di dalamnya.
Di lingkungan saat, saya banyak menemukan kawan-kawan baru. Secara kualitas, mereka memang pantas diperhitungkan. Namun, kebanyakan dari mereka sudah individualistis. Saya pun terjebak di dalam lingkaran.
Sebelum tidur, terkadang saya mengenang masa-masa remaja. Berkumpul dan bercanda bersama mereka. Indahnya masa itu. Saat ini, kita berada pada ruang dan waktu yang berbeda. Terkadang, saya juga merasa, begitu singkatnya hidup ini.
Dari masa bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, kemudian berkeluarga, berlalu begitu saja, hingga menemui ajal. Apa yang sudah saya lakukan selama masa hidup ini?
1 komentar:
you have made a lot of friends in your whole life, haven't you?
Posting Komentar