Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

03 Januari 2009

Terkikisnya Humanisme

Siang itu, tepat pukul 12.00 WIB, warga di sekitar rel kereta api dikejutkan dengan suara keras. Ternyata, tiga orang yang melintasi rel, ditabrak KRD. Dua orang langsung tewas di TKP, satunya lagi dibawa ke Rumah Sakit dengan kondisi kritis di kepala dan kaki.

Ketiganya, adalah perempuan. Ibu, dan kedua anaknya yang masih sekolah di TK dan Kelas 2 SD. Tentu, mayatnya dengan kondisi mengenaskan. Pikiran saya, hanya tertuju pada seorang bocah yang kondisinya kritis.

"Pasien yang ditabrak kereta masih ada, Bu?" tanya saya pada seorang perawat. Ia hanya menggelengkan kepala. Bahkan, ia mengatakan, anak tadi akhirnya meninggal setelah 3 jam dibiarkan terlantar, karena tidak ada keluarganya. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah sakit di mana jenazah kakak dan ibunya ditampung.

Saya sempat terdiam beberapa saat. Administrasi, terkadang bisa dipahami. Namun, jika sudah masalah nyawa, apakah masih seperti itu? Betapa naasnya, manusia-manusia miskin. Maklum, Ayah dari kedua anak tadi hanyalah seorang buruh bangunan.

Ketiga jenazahnya dijejerkan di kamar mayat dan ditutup kain seadanya. Saya buka tutup kain dan kemudian memandang wajah bocah yang baru saja menyusul Ibunya. Matanya masih terbuka, darah masih terlihat keluar dari keningnya. Saya hanya berdoa, semoga mendapat ketenangan di sana...

2 komentar:

thya mengatakan...

masya Allah, serem ya gung.

semoga kejadian kaya gini gak sering2..

**terkadang sih gara2 gak disiplin juga ya nyebrang sembarangan :)

Veterinarian mengatakan...

terkadang keegoisan manusia karena ketakutan akan larinya uang akhirnya tidak lagi menghiraukan nyawa yang melayang ... beginikah sebagian profil kemanusiaan negeri kita?