Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

22 Januari 2009

Menuju Hidup yang Baik

Derasnya dinamika menciptakan fluktuasi yang memengaruhi pemikiran manusia. Pada satu saat, manusia akan mengalami titik kejenuhan dan keterasingan. Di sinilah manusia mengalami disorientasi pemikiran, atau bisa disebut blank.

Segala sesuatu yang masuk pada saat diri blank akan diterima mentah-mentah oleh otak, yang berperan sebagai penghantar rasionalitas manusia. Hakikatnya, dengan akal yang terdapat dalam diri manusia, dituntut untuk tahu tentang hidup, terutama pada hal yang mendasar.

Inilah proses pembentukan kerangka pola pikir. Otak yang menerima dan mengolahnya, menentukan terjadinya kontinuitas atau diskontinuitas. Bagaimana manusia harus hidup agar hidupnya menjadi baik? Inilah dasar pertanyaan etika Yunani.

Kita dapat menarik konsep menuju hidup yang baik yang ditawarkan Plato maupun Aristoteles. Sebagai perbandingan keduanya dalam memperoleh dominasi pemikiran dan tentu relevansi dari keduanya terhadap realita, yang kita hadapi.

Menurut Plato, orang itu baik apabila ia dikuasai akal budi, buruk apabila ia dikuasai keinginan dan hawa nafsu. Karena selama kita dikuasai oleh nafsu dan emosi, kita dikuasai sesuatu yang ada diluar kita. Itu berarti, kita tidak teratur, kita ditarik ke sana ke sini, kita menjadi kacau balau.

Sebaliknya, apabila kita dikuasai akal budi, kita menguasai diri kita sendiri, kita berpusat pada diri kita sendiri, kita menjadi satu. Hidup secara rasional berarti bersatu dengan dirinya sendiri.

Aristoteles menolak ajaran Plato itu. Menurutnya, ajaran Plato tentang idea-idea merupakan interpretasi salah terhadap kenyataan bahwa manusia dapat membentuk konsep-konsep universal tentang hal-hal empiris.

Pendekatan Aristoteles adalah empiris. Ia bertolak dari realitas nyata inderawi. Apa yang membuat kehidupan manusia menjadi bermutu harus dicari dengan bertolak dari realitas manusia itu sendiri.

1 komentar:

thya mengatakan...

gung, lo cerita apa siii.. **terlalu lemot gue .. hoho