Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

11 Desember 2008

Teori Klasik Masyarakat

Beberapa hari lagi, pergantian tahun. Waktu menjadi semakin bertambah, dari 2008 menjadi 2009. Sedangkan usia semakin berkurang. Pernah kah terpikir? Apa yang pernah kita lakukan selama ini?

Ruang lingkup individu semakin terbatas. Konsentrasi lebih pada kebutuhan materi, sebagai proses alamiah. Sedikit terkesima saat mendengar pemaparan teori tentang tingkat masyarakat dengan analogi yang begitu pas.

Ada empat tingkat, masyarakat tidak berdaya, masyarakat berdaya, masyarakat mandiri, dan masyarakat madani.

Masyarakat tidak berdaya, hanya mengadahkan tangan tanpa bisa berbuat apa-apa. Bisa disebabkan karena usia renta atau kekurangan secara fisik. Sepanjang hayatnya, tingkat masyarakat ini terus menggantungkan hidup pada manusia lain, terjadi dependensi.

Naik ke tingkat selanjutnya, masyarakat yang berdaya, tetapi perlu "pancing" untuk membuatnya berkreasi. Tentu untuk bertahan hidup. Namun, masyarakat ini juga masih menunggu uluran dalam bentuk bantuan.

Masyarakat mandiri. Nah, pemerintah melalui berbagai kebijakannya sedang membangun masyarakat masuk tahap ini. Tidak sekadar diberi pancing, tetapi diberi perahu. Masyarakat dianggap sudah produktif, walau masih mikro.

Suatu negara dikatakan sempurna secara ekonomi jika 80 persen penduduknya sudah menjadi masyarakat madani. Mereka tidak hanya produktif untuk mengejar laba, tetapi berperan membangun konstruksi negara secara global.

Teori ini begitu indah. Dampak sosialnya, terjadi keterasingan sosial, seperti yang diungkapkan Karl Marx. Implikasi negatif ini tidak bisa dihindari. Lihatlah sekeliling kita. Orang-orang yang berusaha mencapai statu masyarakat madani tentu berbeda secara sosial dibanding masyarakat berdaya atau masyarakat mandiri.

Lihat Cina! Sekali lagi, belajar dari negara dengan penduduk terbesar di dunia itu. Mereka mampu mengubah konsep komunis dengan sistem pasar sosialisme. Sebuah cara jitu menghadapi globalisasi.

Negara ini, masih terus menggaung wacana. Bukan implementasi. "Kita akan tertinggal dan hanya jadi kelas II apabila tetap melakukan 'budaya wacana'," kata Thomas Friedman.

2 komentar:

prasetyaningyudi mengatakan...

yang klasik kadang ada baiknya
sekedar kasih tahu
blognya udah saya pasang
linknya udah dichange
byme salam kenal
tengok juga http://webyme.co.cc

lusia mengatakan...

Hi Friend,My Blog walking.I gave u A smile.Hope you'll do the same.thanks.
http://www.onlinebusinesscourse.blogspot.com/
http://www.softwareonlinehelper.blogspot.com/
http://www.indianstamilmasalas.blogspot.com/