Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

17 Desember 2008

Harga BBM Turun Tidak Berpengaruh

Dalam sebulan terakhir, harga BBM mengalami penurunan dua kali menjadi Rp 5.000. Terlepas dari strategi kampanye jelang Pemilu, kita patut bersyukur, khususnya pemilik kendaraan bermotor.

Namun, bagi yang tidak memiliki kendaraan bermotor, turunnya harga BBM tidak terlalu berpengaruh. Harga sembako tetap stabil pada kisaran harga pasca kenaikan harga BBM beberapa bulan lalu. Bahkan, tarif angkutan umum hanya mengalami penurunan rata-rata lima persen.

Maklum, harga spare part masih tinggi karena dampak tingginya dollar AS, selain biaya operasional lainnya, seperti retribusi atau pungutan liar (pungli) di jalan.

"Kita menginginkan tarif angkutan turun, tetapi tetap dengan pelayanan yang bagus," jelas seorang Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) di sebuah kota. Mereka masih menunggu hasil pertemuan dengan Dinas Perhubungan (Dishub).

Harga BBM memang turun. Tetapi, beberapa barang pokok kebutuhan hidup yang seharusnya mengikuti trend, justru tidak bergeming. Kontras dengan situasi ketika harga BBM naik. Semua harga barang langsung bereaksi ketika itu.

Tidak ada komentar: