Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

21 Desember 2008

Demokratis, Otoritatif, dan Edukatif

Ketiga unsur di atas, tidak perlu dijabarkan definisi dan pemahamannya sebagai premis dasar. Ketiganya menjadi sangat esensi yang mutlak dimiliki seorang pemimpin. Khususnya dalam ruang lingkup yang luas.

Konseptualitas menentukan langkah kebijakan. Ketiga unsur ini juga hasil diskusi bersama istri orang nomor satu di sebuah provinsi pada Sabtu (20/12) malam. Diskusi yang begitu menarik sampai memakan waktu sekitar tiga jam.

Tentu tidak semua orang mampu mengimplementasikannya secara sempurna. Kendala utama dominan datang dari internal, walau faktor eksternal juga ikut memengaruhi. "Kalau menunggu kesempurnaan, tidak ada pemimpin yang sempurna," kata Gubernur ketika ditanyai istrinya mengenai kesiapan untuk maju dalam Pilgub.

Sungguh romantika politik yang dinamis dan romantis. Dia mampu menjadikan dirinya inspiring woman tidak hanya kepada kaumnya. Paling tidak, stigma tentang isu gender sedikit menemukan celahnya.

"Suatu organisasi cenderung stagnan, bahkan bisa mundur jika tidak memiliki pemimpin yang kuat," ujar seorang kawan beberapa hari lalu. Pekan ini mengalami pencerahan, berdiskusi dengan orang-orang berkompeten.

Tiga konsep yang ditawarkan seorang istri itu, idealnya memang mutlak dimiliki seorang pemimpin. Perempuan, kini mampu menerobos tembok yang dipasangi para pelacur yang mengatasnamakan superioritas lelaki.

Pada satu sesion, Gubernur mengatakan, "Umar bin Khattab pernah mengatakan, sukses atau tidaknya kaum adam, ditentukan seorang istri yang mendampinginya."

Demokratis, Otoritatif, dan Edukatif. Satu konsep hakiki seorang pemipin. Baik dalam lingkup rumahtangga, kehidupan bermasyarakat, maupun menjadi seorang pemimpin negara. Sudahkah kita paham dan mencoba mengaplikasikannya?

Tidak ada komentar: