Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

12 Desember 2008

Romantisme Kosong

"Kenapa hari ini tidak memberi kabar?" ujar seorang perempuan melalui telepon. Ia menanyakan hal itu dengan suara tersedu. Perempuan berkulit putih ini adalah seorang guru Bahasa Inggris tingkat SMU di sebuah yayasan di Jakarta.

Hubungan romantisme, idealnya bisa meringankan beban, bukan sebaliknya. Yah, perbedaan pemahaman ini lah yang menjadi kendala kami, selain perbedaan keyakinan tentunya. Letak kota kami yang berjarak beberapa jam, juga menjadi kendala.

Awalnya, kami sudah menyepakati, bahwa jangan menjadikan beban dalam menjalaninya. Tapi, ketika mendengar rintihan dan keluhan yang tiap hari dikatakannya, seolah komitmen itu tidak berlaku.

Perempuan itu sudah berusaha untuk memahami karakter konservatif. Dia mampu menerimanya tanpa menentang. Perdebatan tidak pernah sengit, komunikasi terkadang berjalan searah.

Tiap hari harus melaporkan posisi, bersama siapa, sedang apa, dan berbagai masalah klasik lainnya. Itu lah beban terberat! Skala prioritas tetap harus berjalan sesuai alur.

Tepat hanya tiga pekan, cerita itu harus berakhir. Menjadi hubungan singkat tanpa makna. Namun, komunikasi masih berjalan, walau intensitasnya menurun. Paling tidak, rintihan itu sudah hilang, beban terkikis. Menjalani satu proses hidup, egoisme telah menemukan jalurnya masing-masing, demi konstruksi masa depan.

2 komentar:

Rhein Fathia mengatakan...

wanita memang begitu...

thya mengatakan...

hmm, bedanya laki ma cewe..

tapi banyak banget juga kan laki2 yang posesif..? hmm..

kayanya gue gak gitu2 amat deh, haha