Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

21 Mei 2009

Nongkrong dan Berdialektika di Warung Kopi



KATA orang bijak, hidup butuh keseimbangan. Begitu pula dengan otak. Organ vital ini membutuhkan nutrisi laiknya organ tubuh lain. Selama manusia itu dalam keadaan sadar, manusia terus berpikir dengan memacu kinerja otak.

Rabu (20/5) malam, otak ini mendapatkan donor nutrisi dari seorang dosen UI dan seorang kawan lama, di tempat duduk yang terletak di pojok sebuah warung kopi. Tentu, pemikiran ini mendapatkan titik terangnya kembali karena beberapa lama mengendap dan berkerak!

Dialektika itu begitu penting, setelah sepekan terakhir otak ini nyaris terdistorsi dengan berbagai tekanan. Dengan sesekali memandang perempuan cantik dan seksi yang ada di sekeliling, perbincangan itu menjadi menarik.

Kopi dan rokok dengan setia selalu menemani dan memperlancar aliran pemikiran yang keluar deras, menemukan eksistensinya. Onani pemikiran selama ini mampu diredam. Dia mampu merekonstruksi bangunan yang nyaris runtuh.

Terima kasih kawan, dan terima kasih kopi dan beberapa batang rokok yang memicu ide-ide gila tetapi tetap pada konteks konstruktif.

Tidak ada komentar: