Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

05 Mei 2010

Telanjang

HAMPIR empat tahun, aku meninggalkan bangku kuliah. Masa, di mana banyak sejarah yang tertorehkan. Sejarah pembentukan pola pikir, sejarah pergerakan, dan sejarah hubungan personal berdasarkan kepentingan politis. Masa itu, hanya menjadi sejarah.

Saat ini, waktu dan tempat untuk berpikir, mulai terkikis. Aku merasa telanjang. Tidak memiliki pegangan. Konstruksi pola pikir berantakan. Nutrisi bagi pertumbuhan pemikiran, nyaris kosong.

Aku benar-benar telanjang! Apalagi, ketika membuka dan membaca tulisan-tulisan terdahulu. Argumentasi berlandaskan teori, raib. Yang ada kini, aku tidak bisa berpikir. Namun, aku bisa bertindak. Lebih gila dari sebelumnya. Aku masih bisa menggunakan istilah induktif dan deduktif.

Analogi dari logika belum beranjak pergi. Aku masih bergelut dengan kesombongan karena logika. Pada masa ini, aku bertindak atas dasar keyakinan untuk membela mereka. Kepada sebagian manusia yang terpinggirkan. Mereka yang diperkosa hak-haknya.

Ancaman dan teror, pada akhirnya menjadi warna dinamika. Keduanya tidak bisa dihindari. Dari aparat penegak hukum, hingga para gerombolan yang mengatasnamakan LSM yang membela kepentingan rakyat.

Seorang kawan pernah berkeluh. "Sepertinya sia-sia, kita berjuang. Sedangkan mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan apa yang kita paparkan," ujarnya pada suatu ketika. Aku pun, hanya tersenyum. Dia mengerti apa yang telah kita lakukan. Tapi, dia belum memahami sepenuhnya.

Tidak semua orang mau melakukan apa yang kita perjuangkan selama ini. Wajar. Aku menganggap apa yang telah dilakukan selama beberapa bulan ini, adalah petualangan. Petualangan intelektual.

Aku baru sadar, setelah mencapai titik akhir dari tulisan ini. Aku memang telanjang. Namun, ketelanjangan ini, mampu membuatku bertindak lebih gila...

Tidak ada komentar: