Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

20 November 2009

Melepas Lelah

SATU tahun lebih mencoba melakukan eksplorasi di kota ini. Masih belajar menemukan identitas diri. Beberapa prinsip yang tidak mendasar, akhirnya harus rela untuk diubah, tanpa meninggalkan tujuan utamanya. Pemikiran pun harus mengurangi intensitasnya, dan lebih mengedepankan tindakan.

Laju perubahan dinamika begitu cepat. Tidak ada istilah keadilan secara obyektif. Dalam beberapa permasalahan, pemikiran seringkali melakukan pemberontakan. Namun, kolaborasi pikiran dan nurani belum sekuat tekanan dari realita itu sendiri. Konsiderasi yang ada pun belum mampu mempengaruhi pengambilan keputusan.

Manusia pada dasarnya adalah munafik, di mana simbol-simbol itu terlihat jelas dari setiap tindakannya. Implikasi dari kemunafikan tidak hanya ditanggung subyek itu sendiri, tetapi juga melibatkan subyek lainnya. Pada akhirnya, kemunafikan yang sistematis dan kolektif.

Politik dan seni, adalah dua rangkaian yang tidak bisa dilepaskan. Keduanya merupakan bentuk dari pikiran dan tindakan manusia. Seorang kawan yang juga anggota dewan mengatakan,"Politik berasal dari Arab, yaitu siasah." Seorang atasan juga pernah mengungkapkan, bahwa hidup butuh seni. Namun, seni harus dipisahkan dengan menjilat.

Selihai apapun seni, dia tidak mampu mengubah suatu kejadian atau fakta. Dia hanya sekadar sebagai reaksi. Saat seni tidak lagi bisa diandalkan untuk mencari solusi, manusia hanya bisa menunduk dan terdiam. Memang, tidak ada keadilan yang seadil-adilnya yang bisa diharapkan di sini.

Tidak ada komentar: