Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

22 Agustus 2009

Dilematika Komitmen Sakral


PERKAWINAN adalah sebuah proses dalam hidup. Dia butuh komitmen, yang dibalut dalam suatu prosesi sakral. Dua jenis kelamin, dua jasad, dengan ragam perbedaan disatukan dalam ikatan perkawinan. Sebagian manusia sepakat, untuk menghormati upacara suci ini.

Sejauh mana komitmen sebuah perkawinan itu bisa bertahan? Masa depan tidak bisa ditebak, hanya bisa diprediksi dengan melakukan generalisasi. Namun, itu hanyalah sekadar prediksi, bukan kepastian.

Manusia terkadang sulit untuk dimengerti. Saya jadi teringat teori tentang Mars dan Venus yang pernah diungkapkan seorang kawan. "Kalau Mars itu identik dengan egoisme yang dimiliki setiap pria, sedangkan Venus adalah seperti perempuan yang seringkali menggunakan perasaannya," ujarnya pada suatu hari.

Bagi saya, teori itu hasil generalisasi. Toh tidak semua analogi itu benar adanya. Tidak jarang, perempuan justru memiliki egoisme yang lebih besar ketika dia menggunakan rasionalisasi, dibandingkan pria. Bahkan, beberapa perempuan yang sudah menjalin komitmen, lupa atau sengaja melanggar sumpah mereka.

Pengalaman itu menjadi pelajaran yang berharga. Pembentukan skeptis pun muncul dari sana. Pada akhirnya, skeptis itu berimplikasi pada ketidakpercayaan.

Realitas terkadang tidak seindah yang dibayangkan. Hingga kita dihadapkan pada satu pertanyaan sulit, memilih kejujuran untuk mengetahui fakta, atau justru menutup mata dan enggan mengetahui kenyataan yang justru membunuh dari belakang?

Saya jadi sering berpikir, khususnya dengan usia yang mendekati target. Apakah saya bisa melakukan sesuatu untuk menjaga komitmen itu? Apalagi dengan berbagai nilai idealisme yang masih mendominasi pemikiran dan tindakan. Sahabat terbaik, memang diri kita sendiri.

Tidak ada komentar: