Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

11 Juli 2009

Optimisme Baru

Pemilihan Presiden telah usai. Sudah bisa diprediksi, siapa yang bakal memimpin negara ini pada lima tahun ke depan. Kemenangan itu juga sekaligus membuktikan, tentang strategi siapa yang paling jitu. Tentu dalam penggunaan strategi militer.

Padahal, memimpin negara dengan penduduk sekitar 220 juta jiwa ini, bukan hal yang mudah. Permasalahan multidimensi, baik masalah di dalam negeri maupun di kancah internasional, siap menguji kompetensi dan ketegasan pemimpin baru, dengan wajah lama.

Permasalahan bidang pendidikan pun tak kalah pentingnya, dengan masalah kesehatan, terkait dengan program Jamkesmas dan swine flu yang menjadi ancaman baru. Masalah lain yang terus bermunculan, adalah perlindungan WNI yang bekerja dan belajar di negara lain.

Untuk kasus anggaran pertahanan, presiden yang konon terpilih kembali (perhitungan sementara quick count), sudah berjanji akan menambah sebesar 20 persen, atau dari Rp 33,6 triliun menjadi sekitar Rp 40 triliun pada tahun depan.

Banyak harapan yang bermunculan dari masyarakat dengan berbagai latar belakang dan status sosial. "Semoga bisa mensejahterakan rakyat dan memenuhi janji-janji politiknya pada saat kampanye," ujar seorang warga. Yah, harapan retoris dan normatif. Pertanyaannya, definisi sejahtera seperti apa yang diharapkan?

Para pemimpin, baik yang menang atau kalah, harus segera mengakui apapun hasilnya. Tinggalkan pragmatisme yang selama ini menjadi sebuah pemikiran. Mengedepankan idealisme, adalah satu bentuk konsep yang berpihak kepada bangsa dan negara.

Tidak ada komentar: