BENTURAN tidak hanya dialami oleh peradaban, seperti yang ditulis Samuel Huntington. Benturan-benturan juga terjadi di mana-mana, termasuk dalam diri kita sendiri. Logika berbenturan dengan hati, keinginan terbentur dengan tindakan, dan benturan yang terjadi antara otak kiri dan kanan.
Idealisme berkaitan erat dengan pemikiran utopis dan cenderung kolot. Namun, banyak yang masih mendefinisikan idelisme itu dengan kata-katanya sendiri. Tidak jarang, karena urusan profesi, kita harus berhadapan dengan kata hati.
Namun, hati pun butuh eksistensi. Prinsip-prinsip yang bertentangan dengan nuraninya, akan segera menggairahkan luapan emosi.
Idealisme, dibenturkan dengan kebutuhan materi. Padahal, keduanya merupakan satu korelasi positif. Logika butuh logistik, begitupun tindakan yang juga butuh konsep. Saat ini yang terjadi hanyalah kontestasi konsep dan pemikiran.
Tindakan adalah satu bentuk dari manusia yang rasional. Jadi, manusia yang tidak bertindak apapun, dia masuk dalam kategori irasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar