Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

22 Mei 2008

Idealisme dan Materialisme

Kontradiksi, tidak terhindarkan. Kedua pemikiran tidak hanya sebatas dalam teoritis belaka. Dalam dunia nyata, ia menjadi suatu hambatan dalam perkembangan diri. Profesi, menjadi suatu elemen penting dalam pembentukan karakter individu.
Wartawan... Sekilas, profesi wartawan identik dengan penulisan berita lugas!
Aku pernah bermimpi untuk menjadi seorang wartawan, bayanganku hanya satu, idealisme yang kupegang.
Saat ini, mimpiku menjadi real..
Aku menjadi seorang wartawan di sebuah perusahaan besar, perusahaan nasional ternama.
Tepatnya, Senin, 7 April 2008, aku memulai prosesku menjadi seorang wartawan atau calon wartawan.
Nyaris selama 6 minggu aku melakoni profesi ini, di Pontianak, Kalimantan Barat. Sebuah pulau yang terkenal akan sumber daya alam, hutan yang lebat, dimana menjadi "paru-paru" bumi.
Awalnya terasa mengalir begitu saja. Persaingan terasa sedikit mewarnai dinamika.
Hingga pada satu hari, aku bertemu dan sedikit berdiskusi dengan wartawan Pantau, Andreas Harsono.
Aku menemukan sedikit "pencerahan" dengan yang selama ini menjadi perdebatan dalam otak. Yah, antara idealisme dan materialisme.
Harus diakui, kehidupan saat ini adalah peradaban demokrasi liberal. Sistem egalitarian menjadi satu esensi dalam demokrasi, bebas melakukan improvisasi.

Pemikiran liberal, dalam bidang ekonomi dan politik saling berkolerasi. Keduanya merupakan pondasi dalam politik internasional yang berimplikasi pada kepentingan nasional suatu bangsa. Atas dasar tersebut,negara terbagi menjadi negara maju dan negara berkembang. Lalu, dimana letak Indonesia?

Indonesia menjadi kekuatan ekonomi Asia khususnya di Kawasan ASEAN ketika rejim Soeharto. Dukungan Amerika Serikat (AS) memiliki peran dominan. Perlahan, Indonesia menganut dengan apa yang disebut dengan demokrasi.

Uang, menjadi komponen paling penting dan berpengaruh, serta dominasinya kekuatan korporasi global.

Idealisme harus bertahan pada posisinya, tanpa digeser oleh kekuatan materialisme, sebesar apapun. Taruhannya adalah sebuah benturan peradaban, seperti yang dikatakan oleh Samuel Huntington.

Tidak ada komentar: