Welcome to The Psycho...

"Aku bukan komunis, bukan pula humanis. Aku adalah segalanya, mengungkapkannya dengan menyusun kata per kata.."

03 Oktober 2012

Harapan

DIA selalu berharap, apa yang ditemuinya saat ini merupakan ujung dari perjalanannya. Bukan totalitas dalam proses hidup, tapi bagian dari totalitas itu sendiri. Baik itu karirnya, maupun kisah romantisme cintanya. Untuk kota yang dihuninya saat ini, hatinya belum sepenuhnya diberikan begitu saja.

Namun, kata ujung atau akhir bagian dari proses itu, masih sekadar asa. Mengembangkan kemampuan masih tanpa batas. Eksplorasi belum mencapai klimaks. Hanya saja untuk sementara waktu, stagnasi menyapa dan memeluknya. Entah sampai kapan. Padahal dia sudah begitu jengah dengan keintimannya.

Nasib kisah romantismenya tidak jauh berbeda. Orang-orang yang mengelilinginya, bukan sembarang manusia secara intelektual. Namun sayang, kisah itu seolah menjadi romantisme yang merupakan buaian secara temporar. Dia masih saja terjebak pada pola berpikir tentang eksistensi anomali.

Dia masih berusaha melakukan rekonstruksi dari dekapan erat pemikirannya yang sesungguhnya sudah usang. Pondasi yang mengelilingi dinding sel berpikir perlahan mengendap, mengeras, dan menjadi kerak. Toh dia tetap bersikeras membersihkan kotoran yang sejak beberapa tahun lalu mulai terbentuk.

Ketika berdiam di satu ruangan kecil itu, dia merasa hanya berdialog dengan bayangan. Sia-sia. Dia sadar, kalau masih tetap membiarkan diserang distorsi yang bertubi-tubi, pemikirannya bakal mati. Tanpa ampun.

Pragmatisme itu pun masih berjalan tertatih-tatih. Benturan tetap terjadi. Sekali lagi, dia masih tak berdaya. Walaupun dalam keadaan seperti itu, tetap saja dia menolak beberapa orang yang menawarkan bantuan. Pencerahan dianggap hanya bisa diciptakannya sendiri. Bukan dari orang lain.

Kisah itu hanya tersalurkan melalui pikiran menuju hatinya. Pada satu titik, dia membutuhkan pikiran dan hati yang lainnya. Namun di titik lain, dia tetap saja masih angkuh. Harapannya, masih terangkum dalam fantasi..

Tidak ada komentar: